Hantu Suster Dan Anak Kecil | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Hantu Suster Dan Anak Kecil | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Ilustrasi
Hantu Suster Dan Anak Kecil | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Kisah yang terjadi di sebuah sekolah yayasan katolik di Singkawang, Kalimantan Barat. Pagi itu ruangan kelas 4 SD itu sedang melaksanakan ulangan kelas. Suasana menjadi hening karena pada saat itu yang mengawas adalah suster Butet, seorang guru suster yang paling galak di sekolah yayasan katolik itu.

Karena saking galaknya tidak ada seorang siswa pun yang berani berkutik atau berbicara pada saat itu. Sebab jika itu terjadi maka akan berakibat sesuatu yang fatal, seperti sebuah hukuman keras yang sangat membuat anak-anak SD di sana takut. Di sekolah Yayasan katolik St. Ignasius itu memiliki guru-guru katolik yang berpakaian jilbab suster dan bergaun jubah panjang seperti suster di sekolah katolik dalam film telenovela Fransisco.

Tatapan mata suster yang satu ini sangat tajam sampai menusuk ke dalam pikiran siswa-siswi yang sedang menjalankan ulangan matematika sehingga tak ada seorang pun yang berani melirik ke kiri-kanan. Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan diruangan itu. “Bu suster. Aku mau buang air kecil” kata seorang siswa laki-laki yang duduk di bangku no 2 dari belakang itu gugup. Semua mata tertuju kepada siswa itu.

“Apa?” teriak suster itu menjerit keras membuat semuanya ngeri melihat pelototan mata suster itu. “Sa, sa, saya kebelet bu” kata siswa itu sepertinya memang sedang menahan buang air kecil di kantong perutnya. “Tadi ibu bilang apa? Sebelum ulangan mulai silakan ijin ke toilet dulu. Dalam jam ulangan tidak ada seorang pun yang boleh meninggalkan ulangannya, ngerti kamu?”.

“Ngerti bu, tapi”.
“Tidak, duduk kamu!” perintah sang guru.

Sudah di duganya jawaban yang akan dia dapat adalah penolakan, tapi perintah itu tidak membuat sang siswa duduk, dia masih berdiri berharap dapat belas kasihan dari sang guru. Suster yang hampir tak pernah senyum itu pun segera berdiri dari bangkunya di hadapan siswa. Hal itu membuat siswa lain berbisik-bisik bermaksud untuk menyuruh siswa itu untuk segera duduk.

“Kalau kamu mau buang air kecil, buang air kecil saja dalam lemari kalau berani!” kata suster itu menantang. Segera siswa itu berlari menuju lemari kayu yang ada di depan kelas itu dan segera membuka celananya dan buang air kecil di lemari itu. Di saksikan suster sehingga membuat suster itu sangat marah segera menghampiri lemari itu dan mengunci lemari itu kuat lalu mencabut anak kunci itu sambil kesal sendiri.

Ia memerintahkan semua siswa melanjutkan ulangan itu hingga akhirnya selesai setelah 1 jam, di jam pelajaran terakhir. Akhirnya semua siswa pulang, begitu juga semua guru. Seluruh gedung di sekolah itu telah kosong. Hanya ada 1 kelas yang ada siswa itu di lemari yaitu di ruangan kelas 4 itu. Suster itu bahkan telah melupakan siswa yang di hukumnya, dia tidak bermaksud untuk menguncinya dalam lemari selama itu.

Ketika malam suara tangis anak kecil itu menangis nyaring menjerit sendiri memecah setiap ruangan di sekolah itu. Sayang tidak ada seorang pun yang ada di sekitar sekolah itu, apalagi yang mendengar suara yang mencekam itu. Besok paginya ketika ibu Suster itu ingat tentang anak itu, ia segera berlari membuka pintu lemari itu untuk menyelamatkan anak itu. Tapi, dia terlambat. Ia menemukan anak itu sudah meninggal lemas karena kekurangan oksigen di ruang lemari yang kedap udara itu.

Suster itu pun merasa bersalah yang amat sangat, sejak hari itu suster yang paling di takuti semua siswa itu pun mengurung diri di kamarnya, hingga di hari ketiga ia di kabarkan bunuh diri di dalam telaga sumur yang sangat dalam terletak di belakang sekolah di dekat toilet wanita. Sepertinya dia di hantui oleh roh anak kecil yang masih menjadi mitos hantu anak kecil yang masih bergentayangan di sekolah sampai saat ini, di tambah rasa bersalah yang membuat dia tidak sengaja membunuh siswa itu.

Tapi semua guru dan tim yayasan sekolah merahasiakan kematian suster itu karena tidak di temukan jenazah suster itu di dalam kedalaman sumur itu. Tapi satu-satunya bukti yang di temukan adalah sebelah sandal berwarna putih milik suster butet itu yang terletak di pinggir sumur itu sejak menghilangnya suster itu. Semenjak kejadian itu sekolah memilki tingkat SD, SMP, hingga tingkat SMA di dalam satu gedung yang sama, hanya terpisah blok itu sering mengalami kejadian mistis, sering sekali memdapat gangguan hantu anak kecil dan hantu suster yang menjadi mitos tragedi sekolah itu sampai saat ini.

Kejadian itu sudah terjadi 20 tahun yang lalu. Tapi cerita ini masih saja menjadi sejarah di sekolah ini, sebagian orang menganggap itulah mitos. Tapi ini semua nyata, Karena saya mendapatkan cerita ini dari paman saya sendiri ketika tidak lama setelah kejadian itu. Ketika paman masih SMA di sekolah ini, paman saya selesai mengikuti kegiatan ektrakuliler di sekolah itu yang biasanya dimulai dari jam 3 sore sampai jam 5 sore.

Hari itu paman saya mengikuti olahraga tennis meja di ruangan khusus tennis meja. Padahal jam extrakurikulernya sudah habis tapi paman saya dan satu teman tetap ingin meneruskan karena keasyikan bermain, hingga sekitar jam 18.00 sore seorang suster berdiri di depan pintu dan mengedor pintu 3 kali. *Dor, dor, dor, “Pulang nak sudah malam, hari sudah mulai gelap” kata suster itu lembut.

“Iya sus, bentar lagi ya” jawab teman paman saya tanpa menoleh ke arah suster itu, seolah tak mempedulikannya. Suster berlalu meninggalkan mereka. Mereka terus melanjutkan permainan mereka sampai sekitar kira-kira 10 menit seorang suster kembali datang di depan pintu. “Pulang nak, jangan sampai adzan maghrib. Saya mau matikan lampunya” peringatan suster itu sekali lagi lebih tegas.

Tetapi tetap membuat teman paman saya cuek dan tidak peduli pada suster yang ada di depan pintu itu. Paman saya pun menjawab suster itu untuk menjelaskan, “bentar lagi sus, sudah mau ke (kata paman sambil menoleh ke pintu di sebelah belakangnya dan melihat susternya menghilang) kelar kok. Loh susternya mana?”. Paman saya merinding merasakan sesuatu yang aneh, terus dia menatap arah jendela melihat langit sore hari sudah menjadi gelap, lalu berkata.

“Kawan, pulang yuk! Sudah malam sekali”.
“Tanggung, ini sampai the last one ini saja” kata teman paman saya.

Ketika suara adzan pun mulai terdengar dari kejauhan dengan saling deru menderu. Menyadarkan paman saya sudah semakin malam. Bulu kuduk paman saya terus berdiri, karena mengkhawatirkan peringatan suster itu. Tetapi Mereka tetap melanjutkan permainan untuk beberapa sisa point terakhir. Tiba-tiba, *plank! Suara pecahan gelas kaca yang sangat nyaring menyerang lantai di dekat pintu.

“Pulang!” teriak suster itu memecahkan ruangan sunyi itu. Lalu dengan cepat sosok suster itu menghilang dan lampu ruangan itu mulai bermatian. Mereka berdua sangat kaget dan shock seketika, lalu berlari secepat mungkin ke arah pintu keluar sambil berteriak “hantu”. Nah begitu ceritanya, kataku panjang lebar mengakhiri cerita tentang mitos di sekolahku ini ketika pelajaran kosong karena guru pelajaran kami tidak masuk gara-gara hujan lebat.

Related Posts:

Mistik Hantu Bambu | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Mistik Hantu Bambu | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Mistik Hantu Bambu

Mistik Hantu Bambu | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

 

 Pohon yang identik berbau mistis selain pohon-pohon besar dan beberapa nama pohon yang terkenal angker, selain pohon beringin, mangga, pete, sawo dan yang paling langsing tapi rimbun yaitu pohon bambu. Kisah horor pasti selalu menyebut nama-nama pohon itu. Entah itu memang pohon favorit mereka atau ah apalah. Namun karena rumah dan desaku masih ada banyak pohon terutama pohon bambu, tiada salahnya saya akan bercerita tentang hantu bambu runduk (merunduk).



Idaman Poker | Agen Poker Uang Asli Terpercaya


Nama hantu ini terkenal di desa kami. Dan yang pernah mengalami kisahnya pun tidak sedikit. Saya dwi, ari dan arif adalah nama kakak kandung dan kakak sepupuku. Kali ini, mereka berdua yang mengalami. Malam itu seperti biasa anak-anak di desa kami pulang dari mengaji. Mereka saudara seperti sahabat karib, siang malam selalu bersama. Entah mengapa malam itu sangat mencekam, gelap gulita.

Penerangan di desa kami belum maksimal, entah itu sedang padam listrik atau entah belum ada listrik. Saya lupa, *hehe maklum usiaku masih sekolah TK, kecil. Mereka pulang dengan teman yang lain. Tapi, di perjalanan mereka di tinggal lari oleh kawan-kawan. Setelah memasuki gang rumahku, dan di depan rumahku masih banyak kebun kosong serta banyak kelompok rimbunan pohon bambu.

Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, tapi anehnya angin itu hanya ada di rimbunan pohon bambu, dan dekat dengan jalan yang akan di lewati mereka berdua. Tiba-tiba, bambu-bambu itu merunduk, biasanya jika tertiup angin mereka/pohon bambu hanya merunduk seperti biasanya alias normal. Tapi kali ini pohon bambu itu merunduk hingga ke tanah seperti tumbang, sehingga menghalangi mereka untuk berjalan.


Idaman Poker | Agen Poker Online Uang Asli Terpercaya


Sontak mereka terkejut dan lari menuju pintu rumahku. Sambil menggedor-gedor pintu, tapi ibu lama sekali tidak membukanya. Sehingga mereka menangis ketakutan, akhirnya ibu membuka pintu sambil bertanya. Tapi ketika mereka bercerita tentang yang di alaminya barusan ke ibu, dan hendak memberi tahu buktinya. Tiba-tiba pohon bambu itu sudah normal kembali alias di posisi biasa.

Dan mereka pun di tenangkan oleh ibu. Tapi arif tidak berani pulang, akhirnya di antar pulang oleh bapakku. Keesokan harinya, ibuku cerita padaku sambil tertawa kalau kakak ari menangis. Akhirnya aku yang jahil mengejeknya, dan dia marah-marah. Waktu pun berlalu, dan usiaku kini remaja 15 tahun. Tapi kebun kosong alias kebun bambu di depan rumahku masih ada. Dan Kali ini saya mengalami sendiri.

Malam ini adalah malam jumat, entah tanggal dan bulan berapa saya lupa. Seperti biasa di malam jumat ada acara rutinitas pengajian remaja, dan saya pun lupa saat itu bergilir di rumah siapa. Waktu pulang dari acara, seperti biasa melewati gang menuju rumah selalu sendiri kecuali acaranya di area gang rumahku. Saat itu di perjalanan biasa saja, sunyi sepi santapan rutinitas di jam 10 malam.

Ku langkahkan kaki setapak demi setapak, tiba-tiba ada angin kencang, tapi angin itu hanya di area kebun bambu saja. Ah saya mulai merasa was-was, ku lanjutkan lagi langkah kaki, tiba-tiba bambu-bambu itu pada roboh alias tertidur hingga tanah. Ku amati mereka/bambu-bambu itu tapi seakan-akan ada yang melambai-lambai, lalu berbunyi *kretek krek seperti patah dan merunduk lagi mengikuti bambu lainnya.

 Idaman Poker | Situs Poker Online Terpercaya


Ku mulai melangkah cepat dan ku putuskan untuk lewat pintu belakang atau di letter L. Ku tutup pintu dengan suara kencang. *Jder suaranya membangunkan bapak dan ibu. Akhirnya saya di marahi, tapi ku diam saja, sudah itu saya ambil air wudhu dan shalat isya, lalu tidur.

Keesokan paginya, saya cek di depan rumah dan melihat pohon-pohon bambu itu sudah berdiri normal seperti biasa. Padahal semalam seperti ada suara patah, pikirku. Belum hilang rasa heranku, lalu ku teringat cerita ibuku tentang kakak-kakakku. *Huh ternyata saya juga ikut mengalaminya, kataku dalam hati. Sekian.

Related Posts:

Hantu Beljilbab | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Hantu Beljilbab | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Ilustrasi

Hantu Beljilbab | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

 

saya mau berbagi pengalaman seram saya yang terjadi pada tahun 1996, waktu itu umurku baru 6 tahun jalan. Oke langsung saja ya! Seperti anak kecil pada umumnya, kala orang tuaku khususnya ibu mau pergi, pasti aku selalu minta ikut, tidak peduli mau kemana dan kapan waktunya. Entah malam ataupun siang.


Idaman Poker | Agen Poker Uang Asli Terpercaya 


Kebetulan pada saat malam hari, ibuku mengajak aku pergi ke rumah tetangga untuk membeli bibit bawang merah, hanya berjarak kira-kira 200 meter. Kami pun sampai di tempat tujuan, dan ibuku langsung memberi salam dan berdialog dengan yang punya rumah, sebagai anak kecil yang masih polos, saya bisa ngerasa kalau hawa rumah tetanggaku nggak enak sekali, tapi karena posisiku sudah mengantuk, saking nyamannya di gendong ibu, aku pun tak begitu menghiraukan dialog ibuku dengan tetangga serta hawa ruangan itu.

Dalam posisi mengantuk, si punya rumah berkata padaku “ndung, angger ngantuk turu nang amben mana!” ( nak kalau ngantuk tidur di kamar sana!) dan ibuku juga langsung menawariku untuk tidur di kamar tetangga, mungkin karena sudah capek menggendongku, karena sudah ngantuk berat aku pun menganggukan kepalaku. Setelah itu aku di rebahkan di kamar tidur, dan ibuku lanjut berdialog dengan tetanggaku.

Idaman Poker | Agen Poker Online Uang Asli Terpercaya


Walau sudah memejamkan mata, tapi aku masih dengar ibuku lagi berdialog dengan tetanggaku. Saat beberapa menit mataku terpejam, aku merasa ada yang menggelitik tubuhku, menggelitik kakiku, mengelus kepalaku, mencubit pipiku. Ketika aku membuka mata, astaga! Banyak sekali perempuan memakai jilbab putih, memakai rok hitam dan wajah mereka sama, kedua alisnya menyambung, dan wajah mereka sama.

Tatapan matanya kosong, tapi senyumnya menyeringai, aku di tarik, di oper sana-sini seperti mainan, mau teriak leherku seperti terkunci, sekitar 2 menit aku dalam posisi demikian. Aku mendengar ada yang mengucap salam, sepertinya ada orang yang mau bertamu, berbarengan dengan itu sosok mereka lenyap, dan aku langsung menangis. Ibuku langsung menghampiri dan menggendong aku keluar.

Aku masih menangis, keringatku bercucuran, dan si punya rumah langsung mengambilkan segelas air putih untukku. Setelah agak tenang, ibuku langsung mengajak aku pulang. Sampai saat ini aku masih ingat wajah sosok hantu berjilbab yang telah menggangguku waktu itu. Sekian. Maaf kalau ada salah penulisan kalimat, dan kalau ceritanya kurang seram. Kali ada yang mau berteman.
Fb: Ade bin karnoto Pemalang


Related Posts:

Kamar Mandi Sekolah Yang Angker | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

Kamar Mandi Sekolah Yang Angker | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

https://goo.gl/LFBeL3
Kamar Mandi Sekolah Yang Angker

Kamar Mandi Sekolah Yang Angker | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya

 

saya Dewayana Panji Gautama, asal solo Whats up. Kali ini saya akan menceritakan keangkeran sekolah saya. “Jangan pernah baca ini sendirian”. Saya dan teman saya datang ke sekolah bersamaan pada pukul 06.30 pagi. Temanku bernama Joeya. Hobi joeya katanya berburu telolet, makanan kesukaannya adalah semuanya, *haha.


Idaman Poker | Agen Poker Uang Asli Terpercaya 


Saat berada di kelas tampaknya biasa saja. Namun saat di tengah pelajaran saya kebelet buang air kecil. Aku mengajak joeya untuk mengantarkanku ke kamar mandi karena aku merasa ada hawa negatif di kamar mandi. Aku masuk kamar mandi, dan saat selesai aku melihat joeya di depanku. Aku berkata” joeya ngagetin aja. *Haha, pasti mau iseng ya”. Dia tidak menjawab sepatah kata apapun.

Lalu dia berlari meninggalkanku ke dalam kelas, tanpa pikir panjang aku langsung mengejarnya. Dan aku melihat dia sudah masuk kelas dan aku masih sekitar 15 meter lagi untuk ke kelas. Aku pun masuk kelas ternyata joeya tidak ada, dan aku bertanya kepada temanku “joeya dimana?”. Kata temanku “dia belum masuk kelas dari tadi”.



Idaman Poker | Agen Poker Online Uang Asli Terpercaya



Lalu aku bergegas menuju kamar mandi dan aku bertemu joeya. “Darimana kamu Jo?” lalu Joeya menjawab “aku dari kamar mandi tadi. Kamu malah tinggalin aku”. Aku merasa kaget dengan ucapan dia. Lalu aku bertanya “bukannya kamu tadi lari ke kelas?”. Joeya menjawab “dari tadi aku di sini sambil nyariin kamu”. Aku berkata “loh tadi yang ke kelas siapa?”, saat aku mengucapkan ucapan itu aku melihat ada orang yang berdiri di kamar mandi, orangnya tinggi dan berbulu.

Ya itu adalah genderuwo! Langsung aku dan Joeya lari menuju kelas. Saat di kelas aku di tanyai guruku “kenapa kamu tegang seperti itu?”. Aku menjawab “tadi saya melihat genderuwo di kamar mandi pak”. Lalu guruku menjelaskan “oh di sana memang ada genderuwo, pak guru pernah melihat. Katanya dia bisa menyamar menjadi orang biasa”. Lalu aku berkata “jadi orang yang seperti Joeya yang lari tadi adalah genderuwo?”. Tamat, saya Dewa akan membuat cerita baru pada hari senin dan jumat mulai sekarang.

Related Posts: